e-Learning

E-Learning

SMAN 1 Batam saat ini mulai mengembangan sistem pembelajaran online, dan tes berbasis komputer.

Digital Library

Digital Library

Gemar membaca buku, tidak harus dengan membawa buku yang berat. Di SMANSA kita bisa baca buku secara online? cobain yuk.

Gallery SMANSA

Galeria SMANSA

Banyak kegiatan di SMANSA dan kepingin lihat apa aja kegiatannya? atau mau kirim foto untuk galeri SMANSA?

Bank Data

Bank Data

Bank Data siswa SMA Negeri 1 Batam ada disini (Akses Server Lokal)

Pelajar SMAN 1 Batam kembali menorehkan prestasi Internasional. Kali ini torehan itu dilakukan oleh Ingrid Dewi Rucita Saragih, yang saat ini duduk di kelas XII MIA 2. Proposal Inggrid yang berjudul "Blocks in Jar" sebagai bagian dari program Asian Try Zero-G, merupakan satu-satunya proposal yang lolos untuk diuji langsung di modul eksperimen antariksa Jepang di Stasiun Luar Angkasa Internasional, 14 September 2016.

 

Proposal eksperimennya berangkat dari rasa ingin tahu: apakah benda yang mengapung di Bumi akan tetap mengapung di luar angkasa. Begitu pula terhadap benda yang di Bumi tenggelam.

 

Ingrid harus menyertakan hukum fisika dalam proposal. Ia menjelaskan, benda dan air punya massa jenis yang dipengaruhi seberapa besar gaya gravitasi. Benda akan mengapung jika massa jenisnya lebih kecil dibanding massa jenis air, melayang jika sama, dan tenggelam jika lebih besar massa jenisnya.

 

Benda semestinya cenderung melayang dalam air jika berada di luar angkasa karena massa jenis benda dan air jadi hampir sama dalam kondisi mikrogravitasi. Itulah yang Ingrid ingin dibuktikan di ISS. Ingrid usul sang astronot menggunakan tiga kotak yang terdiri dari kayu (di bumi mengapung), plastik polietilena, dan aluminium (tenggelam). Ketiganya dimasukkan dalam stoples berisi air.


Ingrid Dewi Rucita Saragih (kanan), siswi SMAN 1 Batam, Kepulauan Riau, menunjukkan video di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta, Senin (19/9/2016). Dalam video tampak astronot Takuya Onishi menguji gaya apung tiga benda, yakni kayu, polimer, dan aluminium, berbentuk bola di lingkungan nol gravitasi. Konsep penelitian Ingrid itu satu-satunya proposal yang lolos untuk diuji langsung di modul eksperimen antariksa Jepang di Stasiun Luar Angkasa Internasional, 14 September 2016.

 

 

Astronot Takuya Onishi memainkan tiga benda berbentuk bola dalam air, terbungkus plastik berpengunci rits. Setelah memegang plastik dalam posisi diam, plastik digerak-gerakkan. Tiga benda di dalamnya turut bergerak. "Permainan" itu jadi istimewa karena dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sekitar 400 kilometer di atas muka Bumi.

 

Apa yang dilakukan Onishi, astronot Lembaga Eksplorasi Keantariksaan Jepang (JAXA), Rabu (14/9/2016), berdasarkan proposal berjudul "Blocks in Jar" yang telah disebutkan di atas.

 

Dalam prosesnya, astronot menggunakan tiga benda tadi dalam bentuk bola, bukan kotak, serta memakai plastik, bukan stoples. Sebab, barang-barang itu yang tersedia di ISS. Dalam posisi diam, hipotesis Ingrid terbukti. Kayu, polietilena, dan aluminium sama-sama melayang.

 

Memperkaya ilmu

 

Untuk memperkaya pengetahuan, Onishi memutar-mutar plastik dan menarik plastik dari kiri ke kanan berulang. Ingrid pun dapat tambahan ilmu. Ia lebih memahami hukum inersia atau kelembaman. "Kelembaman benda dipengaruhi massa saja, bukan massa jenis, berapa pun gravitasinya," ujarnya.

 

Aluminium dalam eksperimen berbobot 72 gram, polietilena 26 gram, dan kayu 15 gram. Berdasarkan hukum kelembaman, aluminium sebagai yang paling berat adalah benda yang paling tertinggal ketika plastik digerak-gerakkan.

 

Proposal Ingrid bagian dari lima proposal terpilih, dari 120-an lebih ide yang dikirimkan pelajar serta peneliti atau perekayasa muda negara-negara Asia melalui program Asian Try Zero-G. Program itu termasuk program Kibo-Asian Beneficial Collaboration through "Kibo" Utilization atau Kibo-ABC, yang diinisiasi Space Environment Utilization Working Group pada Asia Pacific Regional Space Agency Forum.

 

Asian Try Zero-G berjalan setiap tahun sejak 2011. Ada dua kategori, yaitu untuk pelajar berusia di bawah 18 tahun serta mahasiswa, peneliti, dan perekayasa muda berusia maksimal 27 tahun. Proposal Ingrid yang pertama lolos dari Indonesia.

 

"Saya mengajak adik-adik ikut serta di tahun-tahun berikutnya. Setiap tahun, akan ada lomba seperti ini, menantang adik-adik SMA dan perguruan tinggi bagaimana menyampaikan ide-ide terkait keantariksaan," kata Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Afif Budiyono.

 

Di tengah dunia riset yang suram, ide Ingrid mudah-mudahan turut menumbuhkan budaya riset yang sedang terkulai. (dikutip dari: http://sains.kompas.com)

Pimpinan SMAN 1 Batam

kepsek
Mohammad Chaidir, M.Pd.
Kepala Sekolah
Nip. 19701124 200312 1 005
waka kurikulum
Sikkat Manulang, S.Pd.
Waka Kurikulum
Nip. 19681125 199301 1 002
waka sarana
Dra. Asnidar
Waka Sarana Prasarana
Nip. 19621110 199103 2 006
waka kesiswaan
Dra. Mahdalena
Waka Kesiswaan
Nip. 19610515 198802 2 002
waka humas
Dra. Erdawati
Waka Humas
Nip. 19680620 200312 2 009

Pengunjung

TodayToday16
YesterdayYesterday52
This_WeekThis_Week68
This_MonthThis_Month679
All_DaysAll_Days87191
Statistik created: 2017-12-12T02:22:39+00:00
54.196.201.241

Mewujudkan sekolah berkualitas dengan terus menerus mengembangkan metode dan sarana pembelajaran menuju Sekolah Bertaraf Internasional, menghasilkan siswa berbudi pekerti luhur, berprestasi tinggi, mencintai budayanya, menguasai ilmu pengetahuan serta beriman dan bertaqwa.

VISI SMAN 1 BATAM